KIM Pojok Jatirogo's Transformation: From Information Media to Integrated Marketing Communication and Digital Services

TRANSFORMASI KOMUNITAS INFORMASI MASYARAKAT POJOK JATIROGO: DARI MEDIA INFORMASI KE KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DAN LAYANAN DIGITAL

Authors

  • Angel Pramitasari Universitas Dr. Soetomo
  • Harliantara Universitas Dr. Soetomo, Surabaya
  • Nuránnafi FSM Universitas Dr. Soetomo, Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.37826/spektrum.v13i4.1146

Keywords:

Integrated Marketing Communication , Service Digitalization , KIM Pojok Jatirogo, Digital Transformation

Abstract

Digital transformation has reshaped the way communities access information and services, including through the role of Community Information Groups (KIM). This study explores the transformation of KIM Pojok Jatirogo from a community-based information medium into a facilitator of integrated marketing communication and a provider of digital services. The objectives are to describe the transformation process, analyze communication strategies, and evaluate the impact on local economic empowerment. A descriptive qualitative approach was employed, involving in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The findings reveal that KIM Pojok Jatirogo successfully integrated public information functions with digital services such as PJEK Delivery, Digiplain Digital Marketing, and Tour & Travel. Operational data indicate substantial growth: PJEK orders increased from 622 per month in 2018 to more than 4,000 per month in 2025, while MSME supported by Digiplain grew from 5 in 2019 to 300 in 2025. By applying Integrated Marketing Communication (IMC) strategies that combine WhatsApp, Facebook, Instagram, Tik Tok and offline events, KIM enhanced both community engagement and UMKM competitiveness. These findings reinforce Diffusion of Innovation theory (Rogers, 2003) and the social capital concept (Putnam, 2000), highlighting the importance of change agents and trust networks in the success of community-based innovation. This study concludes that community-driven digital transformation strengthens local economic ecosystems and enhances KIM’s legitimacy as a strategic partner of local government. The scientific contribution lies in offering a replicable model of community-based integrated marketing communication with implications for MSME development and rural digital economy building.

Author Biographies

Harliantara, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya

Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi dan layanan, termasuk melalui peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). Penelitian ini membahas proses transformasi KIM Pojok Jatirogo dari sekadar media informasi berbasis komunitas menjadi fasilitator komunikasi pemasaran terpadu dan penyedia layanan digital. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan proses transformasi, menganalisis strategi komunikasi yang digunakan, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KIM Pojok Jatirogo berhasil mengintegrasikan fungsi informasi publik dengan layanan digital seperti PJEK Delivery, Digiplain Digital Marketing, dan Tour & Travel. Data operasional memperlihatkan pertumbuhan signifikan, di mana rata-rata pesanan PJEK meningkat dari 622 per bulan pada 2018 menjadi lebih dari 4.000 per bulan pada 2025, sementara UMKM binaan Digiplain naik dari 5 pada 2019 menjadi 35 pada 2025. Strategi komunikasi berbasis Integrated Marketing Communication (IMC) dengan mengombinasikan WhatsApp, Facebook, Instagram, Tik Tok, dan event offline terbukti efektif meningkatkan keterlibatan masyarakat dan daya saing UMKM. Temuan ini juga memperkuat teori Difusi Inovasi (Rogers, 2003) dan konsep modal sosial (Putnam, 2000) yang menekankan pentingnya peran agen perubahan dan jaringan kepercayaan dalam keberhasilan inovasi berbasis komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital berbasis komunitas mampu memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus meningkatkan legitimasi sosial KIM sebagai mitra strategis pemerintah. Kontribusi ilmiah penelitian ini adalah memberikan model komunikasi pemasaran terpadu berbasis komunitas yang dapat direplikasi di daerah lain, dengan implikasi pada penguatan UMKM dan pembangunan ekonomi digital pedesaan.

Nuránnafi FSM, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya

Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi dan layanan, termasuk melalui peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). Penelitian ini membahas proses transformasi KIM Pojok Jatirogo dari sekadar media informasi berbasis komunitas menjadi fasilitator komunikasi pemasaran terpadu dan penyedia layanan digital. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan proses transformasi, menganalisis strategi komunikasi yang digunakan, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KIM Pojok Jatirogo berhasil mengintegrasikan fungsi informasi publik dengan layanan digital seperti PJEK Delivery, Digiplain Digital Marketing, dan Tour & Travel. Data operasional memperlihatkan pertumbuhan signifikan, di mana rata-rata pesanan PJEK meningkat dari 622 per bulan pada 2018 menjadi lebih dari 4.000 per bulan pada 2025, sementara UMKM binaan Digiplain naik dari 5 pada 2019 menjadi 35 pada 2025. Strategi komunikasi berbasis Integrated Marketing Communication (IMC) dengan mengombinasikan WhatsApp, Facebook, Instagram, Tik Tok, dan event offline terbukti efektif meningkatkan keterlibatan masyarakat dan daya saing UMKM. Temuan ini juga memperkuat teori Difusi Inovasi (Rogers, 2003) dan konsep modal sosial (Putnam, 2000) yang menekankan pentingnya peran agen perubahan dan jaringan kepercayaan dalam keberhasilan inovasi berbasis komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital berbasis komunitas mampu memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus meningkatkan legitimasi sosial KIM sebagai mitra strategis pemerintah. Kontribusi ilmiah penelitian ini adalah memberikan model komunikasi pemasaran terpadu berbasis komunitas yang dapat direplikasi di daerah lain, dengan implikasi pada penguatan UMKM dan pembangunan ekonomi digital pedesaan.

References

Belch, G. E., & Belch, M. A. (2020). Advertising and promotion: An integrated marketing communications perspective. McGraw-Hill Education.

Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2019). Digital marketing. Pearson UK.

Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319-340.

Kliatchko, J. (2008). Revisiting the IMC construct: A revised definition and four pillars. International Journal of Advertising, 27(1), 133-160.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Schultz, D. E., Tannenbaum, S. I., & Lauterborn, R. F. (1993). Integrated marketing communications. NTC Business Books.

Duncan, T., & Moriarty, S. (1998). A communication-based marketing model for managing relationships. Journal of Marketing, 62(2), 1–13.

Tiago, M. T. P. M. B., & Veríssimo, J. M. C. (2014). Digital marketing and social media: Why bother? Business Horizons, 57(6), 703–708.

Pradana, M. (2022). Transformasi digital pada UMKM Indonesia di era pandemi Covid-19. Jurnal Komunikasi Indonesia, 11(2), 145–158.

Kurniawati, E., & Lestari, D. (2023). Peran Komunitas Informasi Masyarakat dalam mendukung transformasi digital daerah. Jurnal Komunikasi Nusantara, 5(1), 45–60.

Downloads

Published

2025-12-31

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.