The The Silent Classroom Phenomenon: An Analysis of Generation Z's Nonverbal Communication in the Learning Process

Fenomena Silent Classroom: Analisis Komunikasi Nonverbal Generasi Z Dalam Proses Pembelajaran

Penulis

  • Salman Al Farizi Universitas Dr. Soetomo Surabaya
  • Iwan Djoko Prasetyo 3Dr. Soetomo University, Surabaya
  • Redi Panuju 3Dr. Soetomo University, Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.37826/spektrum.v13i4.1186

Kata Kunci:

Communication, Generation Z, Non Verbal, Classroom

Abstrak

Fenomena silent classroom atau keheningan kelas telah menjadi tantangan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya pada siswa Generasi Z yang memiliki karakteristik komunikasi berbeda dengan generasi sebelumnya. Penelitian kualitatif ini dilakukan di SMK Negeri 1 Kamal Bangkalan dengan melibatkan 64 siswa dan 31 guru sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi pola komunikasi nonverbal yang muncul ketika siswa cenderung pasif secara verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keheningan siswa bukan indikasi ketidakterlibatan, melainkan pergeseran bentuk komunikasi dari verbal ke nonverbal yang diwujudkan melalui ekspresi wajah, gestur tubuh, kontak mata, dan penggunaan media digital. Faktor dominan yang menyebabkan kepasifan verbal meliputi rasa takut salah, perasaan malu, kurangnya kepercayaan diri, serta preferensi terhadap komunikasi digital yang menjadi ciri khas Generasi Z. Penelitian menemukan bahwa 75% siswa mengalami ketakutan membuat kesalahan, sementara 59,4% lebih nyaman mengekspresikan diri melalui simbol digital. Meskipun 90,3% guru mengaku memperhatikan komunikasi nonverbal, 58% pernah mengalami kesalahpahaman dalam interpretasi. Strategi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, gamifikasi, dan menciptakan lingkungan psikologis yang mendukung terbukti efektif meningkatkan partisipasi siswa hingga 79,7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap komunikasi nonverbal Generasi Z menjadi kunci efektivitas pembelajaran di era digital.

Biografi Penulis

Iwan Djoko Prasetyo, 3Dr. Soetomo University, Surabaya

Fenomena silent classroom atau keheningan kelas telah menjadi tantangan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya pada siswa Generasi Z yang memiliki karakteristik komunikasi berbeda dengan generasi sebelumnya. Penelitian kualitatif ini dilakukan di SMK Negeri 1 Kamal Bangkalan dengan melibatkan 64 siswa dan 31 guru sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi pola komunikasi nonverbal yang muncul ketika siswa cenderung pasif secara verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keheningan siswa bukan indikasi ketidakterlibatan, melainkan pergeseran bentuk komunikasi dari verbal ke nonverbal yang diwujudkan melalui ekspresi wajah, gestur tubuh, kontak mata, dan penggunaan media digital. Faktor dominan yang menyebabkan kepasifan verbal meliputi rasa takut salah, perasaan malu, kurangnya kepercayaan diri, serta preferensi terhadap komunikasi digital yang menjadi ciri khas Generasi Z. Penelitian menemukan bahwa 75% siswa mengalami ketakutan membuat kesalahan, sementara 59,4% lebih nyaman mengekspresikan diri melalui simbol digital. Meskipun 90,3% guru mengaku memperhatikan komunikasi nonverbal, 58% pernah mengalami kesalahpahaman dalam interpretasi. Strategi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, gamifikasi, dan menciptakan lingkungan psikologis yang mendukung terbukti efektif meningkatkan partisipasi siswa hingga 79,7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap komunikasi nonverbal Generasi Z menjadi kunci efektivitas pembelajaran di era digital.

Redi Panuju, 3Dr. Soetomo University, Surabaya

Fenomena silent classroom atau keheningan kelas telah menjadi tantangan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya pada siswa Generasi Z yang memiliki karakteristik komunikasi berbeda dengan generasi sebelumnya. Penelitian kualitatif ini dilakukan di SMK Negeri 1 Kamal Bangkalan dengan melibatkan 64 siswa dan 31 guru sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi pola komunikasi nonverbal yang muncul ketika siswa cenderung pasif secara verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keheningan siswa bukan indikasi ketidakterlibatan, melainkan pergeseran bentuk komunikasi dari verbal ke nonverbal yang diwujudkan melalui ekspresi wajah, gestur tubuh, kontak mata, dan penggunaan media digital. Faktor dominan yang menyebabkan kepasifan verbal meliputi rasa takut salah, perasaan malu, kurangnya kepercayaan diri, serta preferensi terhadap komunikasi digital yang menjadi ciri khas Generasi Z. Penelitian menemukan bahwa 75% siswa mengalami ketakutan membuat kesalahan, sementara 59,4% lebih nyaman mengekspresikan diri melalui simbol digital. Meskipun 90,3% guru mengaku memperhatikan komunikasi nonverbal, 58% pernah mengalami kesalahpahaman dalam interpretasi. Strategi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, gamifikasi, dan menciptakan lingkungan psikologis yang mendukung terbukti efektif meningkatkan partisipasi siswa hingga 79,7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap komunikasi nonverbal Generasi Z menjadi kunci efektivitas pembelajaran di era digital.

Referensi

Sopyanti, L., Tahir, M., Amin, F. H., Program, P., & Makassar, U. (2025). Investigating Nonverbal Communication In English Presentations At Efl Classrooms. Classical: Journal of Education, Language Teaching and Science, 7(1), 212–228.

Kustiawan, W., Khairani, L., Lubis, D. R., Lestari, D., Yassar, F. Z., Albani, A. B., Zuherman, F., & Ahmad, A. S. (2022). Introduction to Nonverbal Communication. Journal of Analytica Islamica, 11(1), 143. https://doi.org/10.30829/jai.v11i1.11928

Diterbitkan

2025-12-31

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.