Krisis Kebangkrutan Tupperware dalam Perspektif Komunikasi Korporat: Pendekatan Analisis Isi

Penulis

  • Dwi Ananda Amalia student

Kata Kunci:

Komunikasi Korporat, Kebangkrutan, Manajemen Krisis, Tupperware, Analisis Isi

Abstrak

Penelitian ini menganalisis pendekatan komunikasi korporat yang dilakukan oleh Tupperware selama mengalami krisis dan akhirnya menyatakan  pailit di tahun 2024. Sebagai merek yang telah beroperasi selama 78 tahun, Tupperware menghadapi tantangan dalam mempertahankan posisi di pasar global. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi korporat Tupperware menangani krisis ini melalui metode analisis isi terhadap pesan-pesan publik yang disampaikan perusahaan. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi yang diterapkan oleh Tupperware, dalam menghadapi krisis korporat termasuk dalam pernyataan pers, media sosial, dan pemberitaan media, untuk memahami dampak dan efektivitas komunikasi mereka dalam menjaga reputasi dan hubungan dengan pemangku kepentingan. Dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis isi yang diambil dari data tekstual, seperti dokumen tertulis, siaran pers atau liputan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tupperware berupaya menerapkan komunikasi krisis yang transparan, dan penyesuaian sistem penjualan dengan perkembangan media, namun menghadapi kesulitan adaptasi dan mengelola pemberitaan media (narasi media) dan menjaga kepercayaan para stakeholders. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya komunikasi yang strategis dan terencana dalam menangani krisis kebangkrutan.

Referensi

Bloomberg Technoz. (2024, September 18). Dipetik September 20, 2024, dari https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/49304/tupperware-resmi-ajukan-bangkrut-ini-5-produk-yang-paling-laris/2

Coombs, W. (2007). Situational Crisis Communication Theory (SCCT) offers a set of guidelines to help organizations protect their reputations during a crisis by selecting appropriate response strategies. Journal of Communication Managemen, 11(4), 395-412.

Eriyanto. (2011). Analisis Isi: Pengantar Metodologi untuk Penelitian Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Kyngäs, E. &. (2008). Content analysis is a systematic and objective means of describing and quantifying phenomena, particularly useful for analyzing the structure and content of crisis communication messages. Journal of Advanced Nursing, 62(1), 107-115.

Lukuhay, M. S. (2009). PENERAPAN MANAJEMEN KRISIS DI INDONESIA : MEMOTRET KRISIS DALAM KACAMATA PUBLIC RELATIONS. Scriptura, 2(1), 18–28.

Riel, F. &. (2004). Corporate reputation is a valuable intangible asset that is particularly vulnerable in times of crisis, requiring consistent and trustworthy communication to maintain stakeholder trust. Corporate Reputation Review, 7(2), 175-194.

Skinner, H. (2024, September 18). Dipetik September 20, 2024, dari www.mashed.com: https://www.mashed.com/1668062/tupperware-bankruptcy-claim-explained/

Tupperware Brands Corporation. (2024, September 17). Tupperware Brands Corporation. Diambil kembali dari prnewswire.com: https://www.prnewswire.com/news-releases/tupperware-voluntarily-initiates-chapter-11-proceedings-302251267.html

Tysara, L. (2024, September 18). Hot. Dipetik September 20, 2024, dari www.liputan6.com: https://www.liputan6.com/hot/read/5704986/fakta-kenapa-tupperware-bangkrut-pelajaran-bisnis-dari-raksasa-wadah-plastik

Wardiman, I. G., & Amanag, S. (2022). Manajemen Krisis: Komunikasi Krisis Dalam Public Relations Pada Bank Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 11(1), 503–511.

Diterbitkan

2024-12-31

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.